Melestarikan Budaya Peduli Ekosistem Mangrove Bagi Penyuluh Agama dan Organisasi Kepemudaan di Kota Kendari

Penulis

  • Abdul Sakti , Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan Dan Ilmu Lingkungan, Universitas Halu Oleo
  • Sahindomi Bana , Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
  • Wiwin Rahmawati Nurdin , Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
  • Nurnaningsih Hamzah , ,Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
  • Abigael Ka’be , Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
  • Nurhayati Hadjar , Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
  • Lade Ahmaliun , Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
  • Pendais Haq , Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oelo
  • La Ode Dinda , Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oelo
  • La Ode Marhini , Jurusan Ilmu Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
  • Khabiirun , Jurusan Ilmu Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
  • Agus Rihu , Jurusan Ilmu Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.33387/kehutanan.v2i2.253

Abstrak

Ekosistem mangrove Teluk Kendari memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai dan laut, terutama sebagai pelindung alami dari erosi pantai dan abrasi air laut, serta habitat bagi berbagai flora dan fauna. Namun, ekosistem ini terus menghadapi tekanan dari aktivitas manusia, seperti deforestasi untuk tambak, reklamasi, dan pembangunan pesisir, yang diperparah oleh perubahan iklim. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kelestarian mangrove di Teluk Kendari, dengan melibatkan penyuluh agama dan organisasi kepemudaan. Kegiatan ini mencakup sosialisasi tentang pentingnya konservasi mangrove dan penanaman 300 bibit mangrove di kawasan tersebut. Penyuluh agama, sebagai pelopor di masyarakat, memiliki peran penting dalam menyebarkan budaya peduli lingkungan. Demikian pula, organisasi kepemudaan berperan sebagai agen perubahan yang mempromosikan nilai-nilai kepedulian lingkungan di kalangan anggota dan masyarakat yang lebih luas.

Melalui kolaborasi antara Universitas Halu Oleo, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, dan Gerakan Pemuda Ansor, program ini diharapkan mampu menciptakan kader konservasi dan membangun budaya peduli lingkungan. Upaya ini tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan kepemudaan dalam praktik konservasi. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada pelestarian ekosistem mangrove yang berkelanjutan di Teluk Kendari

Referensi

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-05