INTEGRASI NILAI-NILAI PANCASILA DAN BUDAYA FLOBAMORA DALAM MENINGKATKAN TOLERANSI MAHASISWA UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Authors

  • Kesy Tesalonika Subu Taopan
  • Trifena Yuniasti Mone
  • Gerrardo Bely
  • Adinda Carolina Fitriani Bere
  • Crescentia Atniseyla Tegok
  • Yosep Copertino Apaut

DOI:

https://doi.org/10.33387/3nf42b63

Keywords:

Nilai-Nilai Pancasila, Toleransi Mahasiswa, Internalisasi Nilai, Keberagaman (Flobamora)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mahasiswa di lingkungan Universitas Nusa Cendana, khususnya dalam membangun dan memperkuat sikap toleransi di tengah keberagaman suku, agama, budaya, serta latar belakang sosial yang melekat pada masyarakat Flobamora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai realitas sosial yang terjadi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap dinamika interaksi sehari-hari mahasiswa di lingkungan kampus serta wawancara mendalam dengan sejumlah informan guna menggali pengalaman, persepsi, dan praktik nyata terkait toleransi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, pengelompokan, penyajian, dan penafsiran secara sistematis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa secara aktif menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Hal ini tercermin dalam praktik kolaborasi kelompok yang inklusif, sikap saling menghormati dalam pelaksanaan ibadah, budaya diskusi yang terbuka dan demokratis di kelas, serta tingginya solidaritas sosial antar mahasiswa. Meskipun demikian, masih ditemukan sejumlah tantangan seperti munculnya stereotip antarsuku, keterbatasan komunikasi lintas budaya, dan kecenderungan etnosentrisme. Namun, berbagai tantangan tersebut dapat diminimalisasi melalui peran strategis kampus yang diwujudkan dalam empat pilar utama, yaitu kegiatan organisasi kemahasiswaan, seni dan budaya, seminar kebangsaan, serta pengabdian kepada masyarakat, yang diperkuat dengan identitas kolektif budaya Flobamora.

Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai konsep normatif, tetapi juga sebagai nilai hidup yang berperan penting dalam menciptakan suasana akademik yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Kesy Tesalonika Subu Taopan

    Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Nusa Cendana

  • Trifena Yuniasti Mone

    Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana

  • Gerrardo Bely

    Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Nusa Cendana

  • Adinda Carolina Fitriani Bere

    Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana.

  • Crescentia Atniseyla Tegok

    Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana.

  • Yosep Copertino Apaut

    Prodi Ilmu Hukum, Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Cendana Wangi

References

Appadurai, A. (2019). Modernity at Large: Cultural Dimensions of Globalization. University of Minnesota Press.

Banks, J. A. (2015). Cultural Diversity and Education: Foundations, Curriculum, and Teaching (6th ed.). Routledge.

Banks, J. A. (2020). An Introduction to Multicultural Education (6th ed.). Pearson.

Creswell, J. W. (2021). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Giddens, A. (2020). Runaway World: How Globalization is Reshaping Our Lives. Routledge.

Hefner, R. W. (2019). Civil Islam: Muslims and Democratization in Indonesia. Princeton University Press.

Kaelan. (2020). Pendidikan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma.

Kemendikbud RI. (2020). Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Lickona, T. (2013). Educating for Character: How Our Schools can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.

_________. (2018). Character Matters: How to Help Our Children Develop Good Judgment, Integrity, and other Essential Virtues. Touchstone.

Liliweri, A. (2018). Prasangka, Konflik, dan Komunikasi Antarbudaya. Jakarta: Prenada Media Group.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Naim, N., & Sauqi, A. (2020). Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi. Sleman: Ar-Ruzz Media.

Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Susanto, A. (2022). Pendidikan Karakter di Era Digital. Jakarta: Prenada Media Group.

Suyanto. (2021). Pendidikan Karakter: Teori dan Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Tilaar, H. A. R. (2019). Multikulturalisme: Tantangan-Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Jakarta: Grasindo.

Published

2026-06-05