INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PERKULIAHAN DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA

Authors

  • Abiathar Marthinov Ndapamerang
  • Marselina Christine Nafi
  • Andien Christin Leyloh
  • Adinda Virginia Lusia Dju
  • Darren Christovel Sean Alinski Welkis
  • Fadil Mas'ud

DOI:

https://doi.org/10.33387/xr1b0m89

Keywords:

Etika Akademik, Literasi Digital, Artificial Intelligence, Nilai-Nilai Pancasila

Abstract

 

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi signifikan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya dalam aktivitas perkuliahan mahasiswa. Integrasi teknologi AI dalam perkuliahan memberikan berbagai kemudahan, mulai dari akses informasi yang lebih cepat, bantuan dalam penyusunan karya ilmiah, penerjemahan bahasa asing, hingga analisis data penelitian secara lebih efisien. Meski demikian, pemanfaatan AI juga menghadirkan tantangan etis yang tidak dapat diabaikan, seperti potensi plagiarisme, meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi, serta berkurangnya kemampuan berpikir kritis dari mahasiswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi Artificial Intelligence dalam perkuliahan serta relevansinya dengan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dalam kehidupan akademik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan sumber akademik yang berkaitan dengan pemanfaatan AI dalam pendidikan tinggi. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai peluang dan tantangan penggunaan AI dalam konteks akademik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam perkuliahan dapat memberikan kontribusi positif apabila dimanfaatkan secara bijaksana dan bertanggung jawab. Penggunaan AI yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila, seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial, mampu mendorong terciptanya proses pembelajaran yang etis, kolaboratif, dan berkeadilan. Sebaliknya, penggunaan AI yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan pelanggaran etika akademik serta menurunkan integritas mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital, pembinaan karakter, serta pengawasan dalam penggunaan AI agar teknologi tersebut dapat mendukung kualitas pembelajaran tanpa mengabaikan nilai moral dan jati diri bangsa.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Abiathar Marthinov Ndapamerang

    Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, Universitas Nusa Cendana

  • Marselina Christine Nafi

    Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Nusa Cendana

  • Andien Christin Leyloh

    FKIP, Universitas Nusa Cendana.

  • Adinda Virginia Lusia Dju

    Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Nusa Cendana.

  • Darren Christovel Sean Alinski Welkis

    Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Nusa Cendana.

  • Fadil Mas'ud

    Prodi PPKn, FKIP, Universitas Nusa Cendana.

References

Baidoo-Anu, D., & Owusu Ansah, L. (2023). Education in the Era of Generative Artificial Intelligence (AI): Understanding the Potential Benefits and Challenges of ChatGPT in Promoting Teaching and Learning. Journal of AI in Education, 5(1), 1–15.

Castells, M. (2010). The Rise of the Network Society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Chan, C. K. Y., & Tsi, L. H. (2023). The Role of Artificial Intelligence in Higher Education: Opportunities and Challenges. Educational Technology Research and Development, 71(2), 345–360.

Chen, X., et al. (2022). Artificial Intelligence in Higher Education: Student Usage and Perceptions. Computers & Education, 185, 104543.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Sage Publications.

Denzin, N. K. (2017). The Research Act: A Theoretical Introduction to Sociological Methods (3rd ed.). Routledge.

Halaweh, M. (2023). ChatGPT in Education: Strategies for Responsible Implementation. Journal of Educational Technology Systems, 52(1), 1–15.

Holmes, W., Bialik, M., & Fadel, C. (2019). Artificial Intelligence in Education: Promises and Implications for Teaching and Learning. Center for Curriculum Redesign.

Holmes, W., et al. (2021). Ethics of AI in Education: Towards a Community-wide Framework. International Journal of Artificial Intelligence in Education, 31(3), 504–526.

Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Paradigma.

_____ . (2020). Pendidikan Pancasila (Edisi Revisi). Yogyakarta: Paradigma.

Latif, Y. (2018). Wawasan Pancasila: Bintang Penuntun untuk Pembudayaan. Jakarta: Mizan.

Lickona, T. (2013). Educating for Character: How Our Schools can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Perkins, M. (2023). Academic Integrity Considerations of AI-Generated Content. Assessment & Evaluation in Higher Education, 48(5), 789–802.

Russell, S., & Norvig, P. (2021). Artificial Intelligence: A Modern Approach (4th ed.). Pearson.

Selwyn, N. (2019). Should Robots Replace Teachers? AI and the Future of Education. Polity Press.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Warschauer, M. (2022). Digital Inequality and Educational Outcomes. Educational Research Review, 35, 100434.

Winataputra, U. S. (2020). Pendidikan Kewarganegaraan dalam Perspektif Pendidikan Karakter. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Zawacki-Richter, O., et al. (2019). Systematic Review of Research on Artificial Intelligence Applications in Higher Education. International Journal of Educational Technology in Higher Education, 16(1), 39.

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yogyakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Published

2026-06-05