Analisis Mangrove Sebagai Karbon Biru untuk Mitigasi Pemanasan Global dengan Menggunakan Google Earth Engine di Kelurahan Tafaga, Kecamatan Moti, Kota Ternate

Authors

  • Rifan Marasaoly Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Khairun
  • Nurhalis Wahidin Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Khairun
  • Ardan Samman Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Khairun
  • Mesrawaty Sabar Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Khairun
  • Rusmawati Labenua Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Khairun
  • Muhammad Nur Findra Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Universitas Khairun

DOI:

https://doi.org/10.33387/1vrzxm32

Keywords:

Biomassa, Mangrove, Google Earth Engine, NDVI, Tafaga

Abstract

Mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan menyerap dan menyimpan karbon biru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi vegetasi mangrove, menghitung biomassa di atas permukaan (AGB) dan biomassa bawah permukaan (BGB), total biomassa (TAB), stok karbon (TSC), serta mengestimasi potensi sekuestrasi CO2 di Kelurahan Tafaga, Kecamatan Moti, Kota Ternate. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025. Data diperoleh melalui citra satelit Sentinel-2 yang diolah menggunakan platform Google Earth Engine (GEE). Nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kerapatan vegetasi mangrove, yang kemudian menjadi dasar perhitungan biomassa dan karbon tersimpan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NDVI berada pada kategori rapat (0,36–0,64) dengan luas tutupan 13,05 ha. Total biomassa tercatat sebesar 2.179,69 ton, terdiri dari 1.941,69 ton AGB dan 242,21 ton BGB. Stok karbon yang tersimpan (TSC) mencapai 1.024,46 ton, dengan potensi sekuestrasi CO2 sebesar 3.119,65 ton. Sementara itu, kategori emisi sedang dan rendah masing-masing melepaskan –13,91 ton dan –69,90 ton CO2. Hasil ini menegaskan peran signifikan ekosistem mangrove di Kelurahan Tafaga dalam penyimpanan karbon dan penyerapan CO2, serta menunjukkan perlunya rehabilitasi pada area degradasi. Temuan ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan konservasi dan strategi mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir.

References

Adirama, AZ, Permana, RD, Alfajrin, ACA, Dwiputra, MA, Widiya, N., Dakhi, SVS, & Destina, WF. (2024). Analisis Kondisi Hutan Mangrove dan Potensi Serapan Karbon Menggunakan Data Sentinel-2 di Kabupaten Pesawaran. Jurnal Hutan Tropis, 12 (3), 354-369.

Baharizki, F. A., Hendriyanto, V., Putra, P. F. M., Tumanggor, T., Sitanggang, D. T., & Putri, K. S. (2025). Pemanfaatan lahan basah buatan sebagai solusi rekayasa untuk penyerapan karbon. Jurnal Himasapta, 9(3), 157-162

BPDAS Ake Malamo. (2010). Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan DAS Ekosistem Mangrove dan Sempadan Pantai.

Cairns, M. A., Brown, S., Helmer, E. H., & Baumgardner, G. A. (1997). Root biomass allocation in the world's upland forests. Oecologia, 111, 1-11.

Giri, Chandra. (2021). Kemajuan Terkini Dalam Pemetaan dan Pemantauan Hutan Bakau di Dunia Menggunakan Data Satelit Observasi Bumi." Penginderaan Jauh 13.4: 563.

Hidayah, Z., & Rachman, HA (2023). Pemetaan Kondisi Hutan Mangrove di Kawasan Pesisir Selat Madura Dengan Pendekatan Mangrove Health Index Memanfaatkan Citra Satelit Sentinel-2. (1), 84-9137, Majalah Geografi Indonesia

IPCC. (2006). Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories: Volume 4 – Agriculture, Forestry and Other Land Use. Intergovernmental Panel on Climate Change.

I'zzuddiin, M., Alina, A. N., Mahardianti, M. A., Yahya, F., & Prabawa, S. E. (2025). Analisis Perubahan Indeks Kerapatan Vegetasi Mangrove Menggunakan Algoritma Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) di Pantai Timur Surabaya Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Jurnal Geodesi Undip, 14(1), 21-32.

Jha, C., & Fararoda, R. (2015). Spatial Distribution of Biomass in Indian Forests using Spectral Modelling (No. Technology Trends: Multi-Scale Remote Sensing Using Optical Sensorsno. 3, 138p). The International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD), Nepal.

Kauffman, J. B., & Donato, D. C. (2012). Protocols for the measurement, monitoring and reporting of structure, biomass and carbon stocks in mangrove forests. CIFOR.

Kemmala, D., & Althea, S. K. (2025). Buku Referensi Hukum Lingkungan Pada Proyek Konstruksi. In: PT Media Penerbit Indonesia.

Latuconsina, H. (2010). Dampak Pemanasan Global Terhadap Ekosistem Pesisir dan Lautan. Agrikan : Jurnal Ilmiah Agribisnis Perikanan. Vol 3 : 30-37.

Nasprianto, D.M. H. Mantiri, T. L. Kepel, R. N. A. Ati Dan A. Hutahaean. (2016). Distribusi Karbon di Beberapa Perairan Sulawesi Utara (Carbon Distribution in North Sulawesi Waters), J. Manusia Dan Lingkungan, vol. 23, no. 1, pp 34-41.

Nugroho, A., Fatmawati, N., & Harahap, D. (2024). Pemantauan Degradasi Mangrove Melalui Nilai NDVI dan Perubahan Stok Karbon di Kawasan Timur Indonesia. Jurnal Penelitian Lingkungan dan Konservasi, 10(2), 56–68.

Rahman, Effendi, H., & Rusmana, I. (2017). Estimasi Stok dan Serapan Karbon Pada Mangrove di Sungai Tallo, Makassar. Jurnal Ilmu Kehutanan, 11(1), 19–28

Rahman, S. A., Aziz, M. A., & Hasan, M. N. (2023). Assessment of Carbon Stock Based on Vegetation Indices in Coastal Mangroves. Journal of Environmental Management, 336, 117618. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2023.117618.

Rahmanto, B. D. (2020). Peta Mangrove Nasional dan Status Ekosistem Mangrove di Indonesia. Webinar of Development for Mangrove Monitoring Tools in Indonesia.

Ramadhan, A., & Suwadji, S. (2024). Model penduga biomassa hutan mangrove menggunakan citra satelit sentinel -2A di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Jurnal Wana Tropika, 13(2), 72–84. https://doi.org/10.55180/jwt.v13i2.1018.

Samman, A., Supyan, S., & Findra, M. N. (2025). Estimasi Biomassa Mangrove Menggunakan NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) di Desa Soligi, Kabupaten Halmahera Selatan. Moluccas Aquaticus, 1(1), 1-10.

Sari, DP, & Syaputra, M. (2022). Biomassa dan Serapan Karbon Hutan Mangrove Tanjung Batu, Desa Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Ilmu Hutan Avicennia , 5 (2), 95-103.

Septria, A., Alghifari, M. N., & Lawoliyo, J. (2025). Review of Evolution, Global Distribution, and Ecological Roles of Macroalgae in Tropical and Subtropical Marine Ecosystems. Indonesian Journal of Tropical Biology, 1(1), 9-18.

Seran, M., Liufeto, F. C., & Refli, R. (2025). Analisis Struktur Komunitas, Biomassa Karbon Tersimpan dan Laju Sedimentasi Ekosistem Hutan Mangrove di Desa Oebelo. Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa, 4(1), 269-274.

Sondak, A., & Calvyn, F. (2015). Estimasi Potensi Penyerapan Karbon Biru (Blue Carbon) Oleh Hutan Mangrove Sulawesi Utara” Jurnal of Asean Studies on Maritime Issues, vol. 1, no.1, pp 24-29.

Utami, R. S., Ismail, M. R., & Sidik, F. (2025). Model Alometrik Penduga Biomassa Semai Mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) Di Kawasan Restorasi Budeng, Bali: Allometric Model for Estimating Biomass of Mangrove Seedling (Bruguiera gymnorrhiza) in Budeng Restoration Area, Bali. HUTAN TROPIKA, 20(1), 7-14.

Westlake, D. (1963). Comparisons of plant productivity. Biological Reviews, 38(3), 385-425. Yuan, H., Chen, B. Y., Li, Q., Shaw, S.-L., & Lam, W. H. (2018). Toward Space-Time Buffering for Spatiotemporal Proximity Analysis of Movement Data. International Journal of Geographical Information Science, 32(6), 1211-1246.

Wulandari, T., Arief, H., & Suryanto, R. (2024). Keterkaitan NDVI dan Cadangan Karbon Mangrove di Wilayah Pesisir Tropis Indonesia. Jurnal Ekosistem Pesisir dan Laut, 12(1), 34–45.

Published

2025-12-13