Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 2 (2) Tahun 2024
Artikel

Melestarikan Budaya Peduli Ekosistem Mangrove Bagi Penyuluh Agama dan Organisasi Kepemudaan di Kota Kendari

Abdul Sakti , Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan Dan Ilmu Lingkungan, Universitas Halu Oleo
Sahindomi Bana , Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
Wiwin Rahmawati Nurdin , Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
Nurnaningsih Hamzah , ,Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
Abigael Ka’be , Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
Nurhayati Hadjar , Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
Lade Ahmaliun , Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo
Pendais Haq , Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oelo
La Ode Dinda , Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oelo
La Ode Marhini , Jurusan Ilmu Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
Khabiirun , Jurusan Ilmu Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
Agus Rihu , Jurusan Ilmu Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Diterbitkan 2024-12-05

Abstrak

Ekosistem mangrove Teluk Kendari memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai dan laut, terutama sebagai pelindung alami dari erosi pantai dan abrasi air laut, serta habitat bagi berbagai flora dan fauna. Namun, ekosistem ini terus menghadapi tekanan dari aktivitas manusia, seperti deforestasi untuk tambak, reklamasi, dan pembangunan pesisir, yang diperparah oleh perubahan iklim. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan kelestarian mangrove di Teluk Kendari, dengan melibatkan penyuluh agama dan organisasi kepemudaan. Kegiatan ini mencakup sosialisasi tentang pentingnya konservasi mangrove dan penanaman 300 bibit mangrove di kawasan tersebut. Penyuluh agama, sebagai pelopor di masyarakat, memiliki peran penting dalam menyebarkan budaya peduli lingkungan. Demikian pula, organisasi kepemudaan berperan sebagai agen perubahan yang mempromosikan nilai-nilai kepedulian lingkungan di kalangan anggota dan masyarakat yang lebih luas.

Melalui kolaborasi antara Universitas Halu Oleo, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, dan Gerakan Pemuda Ansor, program ini diharapkan mampu menciptakan kader konservasi dan membangun budaya peduli lingkungan. Upaya ini tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan kepemudaan dalam praktik konservasi. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada pelestarian ekosistem mangrove yang berkelanjutan di Teluk Kendari

Referensi