Penanganan Konflik Manusia-Satwaliar untuk Keberlanjutan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat
Main Article Content
Abstract
Konflik antara manusia dan satwa liar (Human–Wildlife Conflict/HWC) merupakan permasalahan yang kian penting, terutama di kawasan perkotaan yang berdekatan dengan area hijau dan sungai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Dasa Wisma RT 31 dan RT 33 Kelurahan Sungai Dama, Samarinda Ilir, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan masyarakat dalam mitigasi potensi konflik manusia-satwaliar. Metode pelaksanaan meliputi edukasi presentasi interaktif, diskusi terbuka, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 73,68 menjadi 74,44, yang menandakan peningkatan pemahaman peserta terkait identifikasi jenis satwa liar, penyebab interaksi, dan strategi penanganan yang etis serta aman. Meskipun peningkatannya tidak signifikan secara kuantitatif, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya koeksistensi harmonis antara manusia dan satwa liar di wilayah perkotaan. Program ini menjadi langkah awal menuju pembentukan kesadaran kolektif dan kesiapsiagaan komunitas dalam menghadapi potensi konflik, serta diharapkan berlanjut melalui kolaborasi multi-pihak, pembentukan kader komunitas, dan edukasi berkelanjutan berbasis media visual agar informasi mitigasi tetap relevan dan mudah diakses.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.