This is an outdated version published on 2024-06-04. Read the most recent version.

DAMPAK PERBURUAN DAN PERDAGANGAN SATWA LIAR TERHADAP POPULASI SPESIES DI KABUPATEN MANOKWARI

Authors

  • Fadhilah Iqra Mansyur ,

DOI:

https://doi.org/10.33387/foris.v2i2.155

Keywords:

perdagangan, satwa liar, manokwari

Abstract

Manokwari merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat yang dikelilingi beberapa Kawasan Hutan seperti Taman Wisata Alam Gunung Meja, Cagar Alam Pegunungan Arfak dan memiliki akses yang cukup mudah dari Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Kondisi ini memungkinkan terjadinya perdagangan satwaliar. Penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai para pelaku perdangangan satwaliar yang tersebar di beberapa daerah di Kabupaten Manokwari. Selain wawancara dilakukan juga studi literatur beberapa tulisan terkait pengaruh perdagangan  terhadap populasi spesies di Indonesia. Berdasarkan penelitian, satwaliar yang diperdagangkan pada umumnya berasal dari ordo Mamalia dan Burung seperti Kuskus, Babi Hutan, jenis-jenis Kakatua dan Nuri. Pada umumnya, satwaliar yang menjadi komoditas perdagangan merupakan jenis-jenis penting yang memiliki banyak manfaat. Disisi lain, jenis-jenis tersebut memiliki keterbatasan jumlah populasi dan kemampuan reproduksi sehingga tingkat pemanfaatan yang dilakukan terhadap jenis tersebut menyebabkan jumlah populasinya menurun sehingga diperlukan regulasi demi mempertahankan keberadaan jenis-jenis yang menjadi komoditas perdagangan tersebut tetap terjaga di habitat alaminya.

References

Published

2024-05-31 — Updated on 2024-06-04

Versions