PAKIAN ADAT SULA: REPRESENTASI KEARIFAN LOKAL DAN KEINDAHAN TRADISI

Isi Artikel Utama

Syahril Muhammad
Rustam Hasim

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna simbolik, serta fungsi sosial dari pakaian adat Sula sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Kepulauan Sula, Maluku Utara. Pakaian adat Sula memiliki karakteristik khas yang tercermin melalui warna, motif, serta aksesori yang digunakan, dan setiap unsurnya memuat nilai-nilai historis, filosofis, serta norma adat yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur untuk menggali pemahaman mendalam mengenai peran pakaian adat dalam kehidupan masyarakat Sula.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakaian adat Sula tidak hanya berfungsi sebagai busana tradisional, tetapi juga sebagai simbol status sosial, identitas etnik, dan media penyampai nilai-nilai adat dalam berbagai upacara seperti pernikahan, penyambutan tamu, ritual adat, serta perayaan budaya. Warna-warna dominan seperti merah, hitam, dan emas memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan keberanian, kesucian, dan kemuliaan, sedangkan motif dan aksesori tertentu mencerminkan struktur sosial dan filosofi hidup masyarakat Sula. Di tengah perkembangan zaman, pakaian adat Sula tetap dilestarikan melalui kegiatan budaya, sanggar seni, serta festival daerah.


Kesimpulannya, pakaian adat Sula merupakan warisan budaya yang memiliki nilai estetis, simbolik, dan sosial yang penting. Upaya pelestarian dan revitalisasi perlu terus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan identitas budaya masyarakat Kepulauan Sula di era modern.

Rincian Artikel

Bagian

Jurnal Dinamis

Biografi Penulis

Syahril Muhammad

Dosen PPKn Unkhair

Rustam Hasim

Unkhair

Referensi

Abbas, I., & Hasim, R. (2022). Pelaksanaan Tari Cakalele Di Desa Togawa Kecamatan Galela Selatan. GeoCivic Jurnal, 2.

Acmadi, Asmoro.(2010). Filsafah Ilmu. Jakarta: Rajagrafindo Persada

Agusti Efi. (2000). Tradisi dan Perubahan Busana Pengantin Minangkabau di Kota Padang.Tesis tidak diterbitkan

Alwasilah, Chaedar. (2010). Filsafat Bahasa dan Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset

Answar, Ibrahim.(1986). Arti Lambang dan Fungsi Tata Rias Pengantin Dalam Melaksanakan Nilai-Nilai Budaya di Propinsi Sumatra Barat. Padang: Depdikbud

Burhan, Mungkin. (2011). Metodelogi Penelitian Aktualisasi Metodelogis Kearah Ragam Varian Konteporer. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada

Bundo Kanduang, dkk. (2003). Buku Pedoman Pemakaian Busana Tradisional Minangkabau. Kerja sama TP-PKK Dengan Bundo Kanduang Universitas Negeti Padang dan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM). Propinsi Sumatera Barat.

Ernawati & Weni. (2008). Pengetahuan Tata Busana. Padang. UNP Press

Ernawati, nazar.(2001). Model Inovatif Pakaian Kuliah Bagi Mahasiswa. Invotek, juornal inovasi vikasional dan teknologi vol. 11. No.2 Fakultas Teknik. UNP

Hasim, Rustam; Abdulajid, S., & Kamisi, M. (2021). a Sultan of Ternate, Mudaffar Sjah, and the Local Politics Consolidation During the New Order Era From 1966 To 1998. Jurnal Ilmu Budaya, 9, 7–21. https://journal.unhas.ac.id/index.php/jib/article/view/13690%0Ahttps://journal.unhas.ac.id/index.php/jib/article/download/13690/7015

Hasim, R. (2017). Dari Mitos Tujuh Putri hingga Legitimasi Agama: Sumber Kekuasaan Sultan Ternate. SASDAYA, Gadjah Mada Journal of Humanities, 1(2), 144–163. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/sasdayajournal.27777

Hasim, R. (2020). KESULTANAN TERNATE PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG (1942-1945). Jurnal Ilmu Budaya Dasar, 8(2), 11.

Hasim, R. (2024). Bon Mayu : Tarian Perang Masyarakat Weda. Jurnal Dinamis, 1(1), 41–50. https://doi.org/10.33387/dinamispips

Hasim, R., Hasim, D., & Amelia, R. (2023). Ternate Sultanate Palace: A Multifaceted Hub at the Crossroads of Culture and Politics. International Journal of Current Science Research and Review, 06(12), 7619–7626. https://doi.org/10.47191/ijcsrr/v6-i12-18

Hasyim, R., & Yusup, D. M. (2016). Sultan in the History of Ternate 1946-2002. JURNAL ILMU BUDAYA UNHAS, 4, 2354–2357.

Irawati, D., Iqbal, A. M., Hasanah, A., & Arifin, B. S. (2022). Profil Pelajar Pancasila Sebagai Upaya Mewujudkan Karakter Bangsa. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 1224–1238. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3622

M. Jalins dan Ita A. Mamdy. (1980). Unsur-Unsur Pokok Dalam Seni Pakaian. Jakarta : Miswar.

Meloeng, J. Lexy. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya

Riza ,Mutia.(2000). Pakaian Pengantin Kurai. Padang

Rostamailis.(2005). PenggunaanKosmetik, Dasar Kecantikan dan Berbusanayang serasi. Jakarta: Rineka Cipta

Sachari, Agus.(2005). Pengantar Metode Penelitian Budaya Rupa dan Desain (Arsitektur, Seni Rupa, dan Kriya). Jakarta: Erlangga

Soekarno & basuki, lanawati.(2004). Panduan Membuat Desain Busana Ilustrasi. Jakarta: PT. Kawan Pustaka

Srimutia Elpalina.(2012). Bentuk, Makna, dan Nilai Filosofi Pakaian Adat Penghulu dan Bundo Kandung di Batipuah Tanah Datar(Tesis). UNP

Sri, Kiswani (1979). Tata Busana 2. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Jakarta : Depdikbud

Sugiyono.(2012). Memahami Penelitian Kualitatif . Bandung: Alfabeta.

Wibowo, I., Noe, W., Mas' ud, F., & Kale, D. Y. A. (2025). Pendidikan Moral Berbasis Pancasila Sebagai Antitesis Perilaku Echo Chamber di Kalangan Mahasiswa PPKn Universitas Khairun. Haumeni Journal of Education, 5(2), 78-86.

Yuliarma.(2004). KajianDaerah Busana Adat Minangkabau Daerah Koto Gadang (Tesis). Bandung: ITB

Yuliarma.(2009). Makna filosofi Busana Adat Pengantin Wanita Daerah Pesisir Padang Sumatera Barat. Jurnal Pendidikan dan Keluarga UNP.